Halo, Sobat Tumbu!

Bayangkan menjalankan usaha kecil dengan modal terbatas, tanpa target omset yang terukur, tanpa peta jalan yang jelas — lalu bencana datang dan memperparah segalanya. Inilah kenyataan yang dihadapi puluhan pelaku usaha mikro di Kota Padang, Sumatera Barat.

Pada 11–12 Juni 2026, Tumbu hadir sebagai mitra kolaborasi Kementerian UMKM Republik Indonesia dalam kegiatan Pengembangan Kapasitas Produksi Usaha Mikro Terdampak Bencana di Padang. Selama dua hari penuh, 30 pelaku usaha afirmatif berkumpul untuk belajar, berbagi, dan bertumbuh bersama — dan kami bangga bisa menjadi bagian dari perjalanan itu.

Mengenal Para Peserta

Mereka bukan sekadar angka dalam laporan. Mereka adalah para pelaku usaha dari kelompok miskin, rentan miskin, perempuan kepala rumah tangga, hingga penyandang disabilitas — dari Desil 3 dan 4 di Kota Padang. Rata-rata telah menjalankan usaha selama bertahun-tahun diantaranya membuat risoles, kacang goreng, gorengan rumahan.

Semangat mereka besar, namun banyak yang belum punya target omset yang terukur, belum kenal platform digital, dan belum tahu cara merencanakan usaha secara sistematis. Inilah titik yang ingin kami coba benahi.


Dua Sesi, Satu Tujuan 

Sesi 1 — Menghitung Target Omset dan Menyusun Rencana Usaha Sederhana Dibawakan oleh Sri Hadi Wibowo selaku Mentor Tumbu, sesi ini bukan sekadar teori. Peserta langsung mengerjakan kertas kerja untuk menghitung Harga Pokok Produksi (HPP), menetapkan target omset berdasarkan kapasitas produksi nyata mereka, membuat visi-misi bisnis, hingga menganalisis pasar dan pesaing. Langkah demi langkah, peserta membangun pondasi usaha yang lebih kuat.

Sesi 2 — Pentingnya Digital Marketing melalui WA Bisnis dan Google Bisnis Dibawakan oleh Abdul Razak Naufal, sesi ini mengajak peserta praktik langsung: mulai dari memahami literasi digital dasar, membuat akun WhatsApp Business, hingga mendaftarkan usaha di Google Bisnis. 


Tantangan dan Pembelajaran

Kegiatan ini tidak berjalan tanpa tantangan. Rata-rata peserta berusia 50-an; beberapa mengalami kesulitan penglihatan yang mempersulit penggunaan smartphone. Keterbatasan perangkat dan koneksi internet yang lambat juga menjadi hambatan nyata saat sesi digital marketing.

Tapi kami tidak menyerah pada kendala. Soal pre-test dibacakan satu per satu bagi yang membutuhkan. Keterbatasan perangkat dijawab dengan metode kerja kelompok. Setiap hambatan kami upayakan diubah menjadi pendekatan yang lebih kreatif dan inklusif.

Momen yang Tak Terlupakan

Di tengah sesi digital marketing, seorang peserta mengajukan pertanyaan yang sederhana namun penuh makna: “Apakah usaha di kampung juga bisa berkembang lewat pemasaran digital, kalau yang dijual cuma risoles dan kacang goreng?”

Pemateri pun menjawab: “Selama pelaku usaha mampu memanfaatkan media digital dengan baik, produk dari desa pun bisa dikenal pasar yang jauh lebih luas. Bahkan, orang dari kota bisa rela datang ke kampung hanya untuk membeli produk itu”.

Sepanjang pelatihan, peserta aktif bertanya, saling berbagi cerita usaha, dan mendiskusikan kendala yang mereka hadapi bersama. Yang mengesankan: di akhir kegiatan, para peserta berinisiatif sendiri saling bertukar kontak dan membentuk grup WhatsApp sebagai wadah kolaborasi dan konsultasi pasca pelatihan. Bukan kami yang meminta. Mereka yang melakukannya.


Insight yang Kami Tulis dalam Catatan

Dari dua hari di Padang, Tumbu memetik tiga pelajaran yang akan terus kami pegang:

Pertama, semangat belajar tidak mengenal usia. Para peserta yang rata-rata berusia 50-an membuktikan bahwa keinginan untuk bertumbuh jauh lebih kuat dari keterbatasan teknis apapun.

Kedua, UMKM butuh pendampingan yang praktis dan aplikatif — bukan teori yang menggantung di udara. Yang terbukti paling efektif adalah simulasi nyata, kertas kerja kongkret, dan praktik langsung yang bisa mereka bawa pulang ke usaha mereka.

Ketiga, sinergi lintas pihak adalah kunci dampak yang sesungguhnya. Kolaborasi Tumbu dengan Kementerian UMKM membuktikan bahwa ketika berbagai pihak bergerak bersama dengan tujuan yang sama, solusi yang lahir benar-benar menyentuh kebutuhan di akar rumput. Perjalanan ini baru satu langkah. Grup WA sudah terbentuk, jaringan sudah terjalin, semangat sudah menyala. Bersama, kita terus membangun ekosistem UMKM Indonesia yang inklusif, berdaya, dan siap menghadapi masa depan — apa pun yang datang.


Dalam paket layanan, Kami Tumbu menawarkan paket pelatihan kewirausahaan terpadu (One-Day Full Package) yang mencakup:

  • Mindset & Motivation Building
  • Literasi Keuangan Dasar untuk Usaha Mikro
  • Digital Marketing Dasar
  • Business Planning Sederhana

Pelatihan dirancang agar mudah dipahami dan langsung dapat diimplementasikan—baik untuk usaha yang baru merintis maupun yang siap naik kelas.

source: https://tumbu.co.id/layananbisnis/dari-padang-untuk-indonesia-bersama-kementerian-umkm-tumbu-perkuat-kapasitas-usaha-mikro-yang-terdampak-bencana

Dari Padang untuk Indonesia: Bersama Kementerian UMKM, Tumbu Perkuat Kapasitas Usaha Mikro yang Terdampak Bencana
Tag pada: